Monday, August 26, 2013

Estadio Santiago Bernabéu - Real Madrid C.F.












Genap satu bulan sudah kami di Madrid. Musim panas masih belum berakhir. Sesuai janji di posting terakhir mengenai kedatangan kami di Madrid, akhirnya aku bisa melanjutkan tulisan mengenai tour kami di Stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu setelah kesibukan kami di KBRI dalam rangka peringatan HUT RI yang ke 68 lalu.













 
 
 








 
 
 
Awalnya kami tidak berniat untuk masuk ke dalam stadion Real Madrid ini karena pegangan uang Euro kami hanya pas-pasan karena belum sempat menukarkan ke money changer dan masih belum tau di mana kami bisa menukarkan. Tapi suamiku yang memang fans berat Real Madrid berkeras ingin masuk. Mumpung belum sibuk dengan pekerjaan. Walaupun aku bukan fans berat olah raga sepak bola tapi rasa excited untuk melihat ke dalam stadion Real Madrid ini juga sangat besar. Harga tiket untuk  dewasa adalah 19dan tiket untuk  anak adalah 14€. Akhirnya setelah ditolak membayar dalam mata uang US Dollar, tiket dapat dibeli dengan menggunakan kartu ATM yang kita bawa dari Indonesia. Yeaaaayyy....











Lewat pemeriksaan karcis tampak sebuah spanduk yang menerangkan denah daripada stadion itu sendiri. Naik ke atas kami langsung dapat melihat lapangan sepak bola yang biasa digunakan klub Real Madrid ini untuk bertanding. Merinding terasa bulu di sekujur tubuh melihat langsung dengan mata kepala sendiri lapangan tersebut yang biasanya hanya bisa kami lihat melalui stasiun TV.






Setelah puas berfoto dengan latar belakang lapangan sepak bola, kami bergerak ke ruang musium Real Madrid. Tapi sebelumnya kami mampir ke toilet pengungjung. Bersih dan bagus lengkap dengan logo klub Real Madrid.





 




Selesai dari toilet kami langsung masuk ke ruang musium. Lalu tampak record mengenai kejuaraan yang berhasil diraih oleh klub Real Madrid selama ini baik oleh klub sepak bola ataupun bola basket.














Ruang musium tampak bagus sekali. Terus menerus kami berfoto di setiap sudut musium. Anak-anak tampak sangat antusias dan bersemangat melihat isi musium. Lulu dengan semangat mengabadikan isi musium. Sepertinya semua yang ada di musium Real Madrid ini tak luput dari jepretan kamera pemberian kakeknya. Yang aku tampilkan di sinipun hanya sebagian kecil saja dari semua yang dipamerkan dalam musium. Semuanya tampak rapih dan terawat.




 
 









Di tengah ruang musium tampak cukup banyak layar interaktif dengan teknologi touch screen bagi yang ingin melihat bagaimana sejarah berdirinya klub Real Madrid ini hingga momen-momen di mana klub Real Madrid memenangkan berbagai macam kejuaraan.









 
Di salah satu sisi dinding terpasang layar yang mengabadikan momen-momen bersejarah seperti kemenangan serta gol-gol yang spektakuler. Layar berganti-ganti dari momen terdahulu sampai dengan yang terbaru. Duuuh pokoknya keren banget deh musium Real Madrid ini.

 
 




















Di penghujung ruang musium yang pertama, terpampang sejarah dan metamorfosis dari lambang klub Real Madrid ini sejak tahun 1908 hingga saat ini.







Masuk keruangan berikutnya, tampak sebuah piala bola emas "El Super Balón de Oro" yang merupakan penghargaan terhadap Alfredo Di Stéfano sebagai  pemain terbaik pada tahun 1950an dalam rangka 30 tahun persepakbolaan Prancis pada tahun 1989. Beliau adalah pemain sepak bola Argentina berkebangsaan Spanyol di mana selama karirnya sebagai pemain sepak bola telah mencetak gol sebanyak 418 kali dari 510 pertandingan.


 









 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
Tampak pada gambar di atas begitu banyak penghargaan yang sudah diraih oleh Real Madrid ini. Antara lain Golden Foot Award yang diperoleh oleh Raúl González pada tahun 2009 dan Cristiano Ronaldo pada tahun 2011.
 
 
 
 










 






 
 
 




 
 
 
Dalam musium Real Madrid ini selain sepak bola juga memamerkan club bola basket Real Madrid. Seperti foto-foto di atas tampak banyak piala dari berbagai kerjuaraan yang dipamerkan. Juga piala dari kejuaraan bola basket yang terakhir melawan Barcelona. Seperti kita ketahui baik di sepak bola ataupun basket Real Madrid dan Barcelona ini selalu menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu karena sama-sama musuh bebuyutan dan klub yang bagus permainannya sehingga setiap pertandingannya dijuluki  El Clásico.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Di penghujung ruangan sebelum keluar dari musium, tampak foto-foto kaki para pemain Real Madrid
yang sedang beraksi dalam bertandingan. Terlihat juga foto-foto sejak pertama kali Real Madrid memenangkan Liga.
 
 
 




 



 
Keluar dari ruang musium, kita akan melihat ruang ganti dan ruang konferensi pers. Tapi sebelumnya akan ada stand untuk foto dengan piala asli Liga Champion terakhir. Jalan sedikit dari  stand foto piala ada stand foto lagi dengan layar biru sebagai latar belakang yang nantinya akan diedit supaya seolah-olah kita sedang berfoto berdampingan dengan pemain idola kita di lapangan sepak bola. Kalau tidak salah waktu itu untuk foto ukuran super portcard adalah 7€ dan untuk seukuran majalah adalah 12€.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 




 
Keluar dari stand foto, selanjutnya kita menuju ke lapangan sepak bolanya. Lagi-lagi merinding rasanya bisa berada di lapangan bola level tingkat dunia yang selama ini cuma bisa kita lihat melalui layar televisi. Di sana kita bisa duduk di kursi tempat para pemain baru diperkenalkan. Sudah pasti dari kalangan VIP yang hanya bisa duduk di sini pada saat acara berlangsung. Lalu duduk di kursi para pemain selama pertandingan berlangsung sambil menunggu pergantian pemain dan juga berfoto di tempat para pemain keluar saat mau bertanding.
 






 
Dari lapangan sepak bola, langsung masuk ke ruang ganti pemain. Dalam ruang ganti tersebut terdapat shower, toilet sampai dengan tempat tidur tempat para pemain jikalau terluka dalam pertandingan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 






 


 
Dari ruang ganti para pemain, sebagai tempat kunjungan terakhir adalah ruang konferensi pers. Sering kita lihat di televisi, di sinilah tempat pelatih maupun para pemain diwawancara.
 
 
 


 

 
 
 
Tour Bernabéu ini diakhiri dengan toko olah raga Adidas yang merupakan toko resmi aka official store dari segala pernak pernik  klub Real Madrid. Kalau dibandingkan dengan di Indonesia harga jersey di sini bisa dibilang hampir 2x lipat. Jadi tidak menyesal sama sekali sebelum berangkat ke Madrid suamiku sudah beli di Indonesia. Tapi kalau untuk pernak pernik memang tidak bisa diperoleh di Indonesia.

Pokonya puas banget bisa masuk ke stadion Real Madrid ini. Malah setelah lewat dari sebulan kami ke sanapun euphorianya masih amat terasa dan ada keinginan untuk datang ke sana lagi. Tak sabar rasanya bisa memasukkan anakku ke sekolah sepak bola Real Madrid dengan harapan pada saat berlatih bisa ketemu para pemainnya hahaha ngarep.com deh 
 
So, kalau jalan-jalan ke Madrid, berkunjung ke stadion  Bernabéu adalah suatu keharusan banget deh. Bahkan aku yang bukan pecinta olah raga sepak bolapun merasa ketagihan berkunjung ke sana. Mudah-mudahan cerita dan foto-foto yang ditampilkan di sini cukup jelas ya. Kalau ada yang salah-salah mohon dimaafkan dan koreksinya. Enjooooyyy!!!


Friday, August 16, 2013

Vanilla Fruitty Pudding






Selama ini kalo bikin pudding senengnya yang disendokin bukan yang potong karena lebih creamy dan yummy disantap. Dapet tugas bikin 2 macam pudding untuk acara Halal Bihalal di Wisma RI sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2013 nanti. Supaya tetap cantik walau sudah diambil orang, maka pudding potonglah yang menjadi pilihannya. Rencana nanti aku akan membuat chocolate pudding dan lychee pudding. Jadi sebelumnya aku putuskan untuk trial dulu. Maklum first order di sini, takut mengecewakan.





Untuk trial aku buat pudding dengan rasa vanilla  dengan sedikit sentuhan buah kiwi karena sudah kelamaan bertapa dalam kulkas dengan harapan anak-anak mau makan kiwinya. Daripada terbuang percuma jadi dimanfaatkan aja. Kebetulan anak-anak kurang suka buah kiwi karena asam.

Selama ini anak-anak selalu makan pudding jelly instant. Dulu Lulu pernah dibuatkan pudding ternyata tidak suka karena mengandung susu. Memang saat masih umur 1 tahun sampai 4 tahun Lulu kurang suka susu. Jadi harus diakal-akalin supaya susu bisa masuk. Kali ini Lulu bilang enak begitu juga Mikail. Tapi tetap saja kiwinya disingkirin. Haduuuuuuh gimana caranya yah supaya kiwi yang kaya akan vitamin C ini bisa termakan oleh anak-anak.




Berhubung hanya untuk trial jadi aku ga bikin vlanya. Untuk resep vla bisa liat di posting Chocolate Pudding. Kalau untuk resep puddingnya gampang kok. Berikut resepnya:
Bahan:
1 Bungkus agar-agar warna merah
1lt Susu UHT
Gula 200gr (ternyata buatku masih terlalu manis)
1sdm tepung custard
Vanilla secukupnya (Di sini aku pake beberapa tetes vanila dalam kemasan ampul, sudah cukup wangi aroma dan rasanya)
Cara membuat:
1. Campur agar-agar dengan susu dan gula sampai rata.
2. Pisahkan sedikit dan larutkan dengan tepung custard, lalu campur dengan larutan agar-agar.
3. Panaskan sampai mendidih.
4. Tuang ke dalam loyang, dinginkan.

Klepon Albino

 
 




Masih dalam rangka bikin ta'jil, berhubung pasta pandan masih di dalam kardus akhirnya jadilah klepon albino ini karena cuma warna putih bukan warna hijau seperti lazimnya klepon. Yang penting rasanya kaaaan? :)
 
Waktu di Indonesia kebetulan aku ga pernah beli klepon apalagi bikin. Jadi anak-anak ga pernah tau klepon itu apa. Akhirnya aku ajak Lulu dan Mikail bantu mengisi dan memulung kleponnya. Pada semangat banget bantuin jadi kleponnya cepat selesai. Dan ternyata pada saat mencicip klepon mereka pada suka banget. Kalo ga distop bisa-bisa papanya ga jadi buka puasa.
 
Bikin kleponnya juga aku ga pakai resep. Iseng-iseng air diganti jadi santan dan sedikit susu supaya sedikit gurih. Pokonya tinggal campur tepung ketan, sedikit garam dan masukin cairan sedikit-sedikit sampai adonan bisa dibentuk. Isi gula merah, pulung, langsung cemplung ke air mendidih. Setelah mengambang yang artinya klepon sudah matang, angkat langsung gulingkan di kelapa parut yang sudah dikukus dengan sedikit garam. 

Thursday, August 15, 2013

Sawut

 
 



Akhirnya bisa nulis di blog lagi setelah absen beberapa minggu. Ini gara-gara wifi di hotel error jadi ga bisa nulis. Tanya resepsionis 1 katanya ga ada masalah dan mau dicek. Tanya resepsionis 2 besoknya, jawabannya sama. Tanya resepsionis 3, lagi-lagi sama. Tapi kebetulan pas ada salah satu tekhnisi hotel di situ dan dengar keluhan kita. Katanya router yang paling dekat dari kamar kita memang lagi rusak. Infonya masih menunggu tekhnisi khusus routernya, itupun tak kunjung datang juga sampai beberapa hari. Mulai abis kesabaran. Akhirnya papanya anak-anak iseng coba-coba masukin password  dengan pola huruf dan angka yang mirip dengan password pertama yang diberikan oleh hotel. Setelah beberapa kali coba akhirnya tembus juga. Uuuuughh kesel banget. Sebenernya nih hotel rela ga sih ngasih fasilitas wifi gratis. Sudahlah yang penting sekarang dah bisa pake wifinya :) 
 
Ceritanya waktu bulan puasa kemarin, ransum dari ibu-ibu Dharma Wanita sudah selesai. Jadi harus mulai masak-masak sendiri di hotel dengan peralatan dapur seadanya yang dipinjamkan oleh KBRI. Bahan-bahan makanan untuk dimasakpun masih terbatas. Kebetulan waktu belanja di toko Cina ketemu singkong. Jadilah sawut ini untuk ta'jil.  Ga ada panci kukus, akhirnya singkong ditempatkan di wadah plastik tahan panas lalu diletakkan di atas beberapa sendok yang diatur sedemikian rupa supaya wadah plastiknya tidak langsung menyentuh dasar panci yang sudah diisi air. Ternyata jadi juga walaupun harus rajin-rajin mengaduk dan cek airnya supaya tidak habis.






Bikin sawut ini gampang banget. Tinggal parut kasar singkong, aduk dengan sedikit garam dan gula merah yang sudah dihaluskan. Lalu kukus. Setelah jadi tinggal ditabur kelapa parut yang sudah dikukus dengan sedikit garam. Cuma di sini aku ga pakai gula merah dari Indonesia. Berhubung aga mahal jadi aku campur aja dengan gula merah. Yang penting aroma gula merahnya dapet walau ga seenak gula merah kita.
 
Sederhana bikinnya, tapi enak rasanya. Inget waktu zaman di Lima, Peru pada saat kunjungan Presiden RI SBY dan ibu Ani tahun 2008 dalam rangka pertemuan APEC. Ibu-ibu Dharma Wanita setiap hari bertugas untuk supply makanan untuk rombongan presiden. Dari sarapan sampai makan malam selama beberapa hari. Salah satu menu makanan kecilnya ya sawut ini dan kebetulan aku yang kebagian bikin sawut ini. Alhamdulillah kira-kira 2 atau 3 hari sebelum rombongan presiden RI meninggalkan Lima, ibu Hasan Wirajuda (saat itu bapak Hasan Wirajuda masih menjabat sebagai Mentri Luar Negeri) minta supaya dibuatkan sawut lagi untuk bekal cemilan mereka di pesawat. Terbukti kan...walaupun sawut ini cuma makanan yang sederhana dan gampang bikinnya, tapi rasanya enak dan kadang suka ngangenin.