Saturday, October 26, 2013

When La Reposteria de Okky met Handi's Cakes

Berasal suatu hari suamiku yang selalu mendukung hobbyku cake decorating, mengajak untuk datang ke IFEMA Feria de Madrid yang mengadakan event Madrid Fashion Cake. Untuk mengetahui IFEMA itu sendiri silahkan klik di sini ya. Pada saat lihat sekilas di internet terlihat salah satu logo yang amat sangat familiar yang ternyata adalah Handi's Cakes (Handi Mulyana). Jadi semakin excited untuk datang ke IFEMA. Aku langsung bercerita dengan semangat siapa Handi itu. Kebetulan kami berdua sedang berada dalam satu mobil dengan diplomat senior suamiku yang kebetulan memegang bagian Pensosbud. Akhirnya aku diminta untuk mencoba menghubungi Handi dan menyampaikan bahwa KBRI Madrid ingin mengundang beliau datang ke KBRI. Kebetulan aku dan Handi sudah berteman di FB sejak beberpa tahun lalu walaupun tidak saling kenal melainkan hanya sebagai pengagum lewat dunia maya saja.

Akhirnya aku coba hubungin Handi lewat Facebook dan alhamdulillaah menjawab messageku. Aku sampaikan keinginan KBRI Madrid untuk mengundang Handi hadir dan jika memungkinkan juga melakukan demo. Ternyata Handi menyambut dengan baik tawaran KBRI Madrid. Seterusnya pihak KBRI Madrid yang berhubungan dengan Handi mengenai persiapan acara. Akhirnya disetujui tanggal 11 Oktober 2013 jam 10.00 Handi datang ke KBRI untuk melakukan demo cupcakes berhubung waktu yang dimiliki Handi juga sangat singkat.

Tiga hari sebelum hari H aku mulai belanja segala sesuatu yang Handi perlukan untuk demo dan juga bahan-bahan untuk membuat cupcakes yang nantinya akan dihias dengan  fondant oleh Handi. Sebagian menggunakan alat-alat yang biasa aku pakai untuk mendekor cake dan cupcakes yang memang sengaja aku bawa dari Indonesia.

Sehari sebelum hari H, mulailah aku membuat cupcakes. Adonan sudah siap, oven sudah panas yang artinya adonan cupcakes siap dimasukkan ke dalam oven. Kira-kira 5 menit pertama iseng aku intip dari luar, adonan sudah mulai naik. Selang 20 menit aku intip lagi kok adonannya turun lagi, akhirnya aku tunggu saja sampai matang. Setelah matang aku keluarkan lalu aku masukkan badge ke dua. Sampe menit ke 45 kok malah adonannya ga naik sama sekali. Makin bingung. Dalam pikiran mungkin baking powder atau baking soda yang aku gunakan sudah tidak bagus lagi walaupun belum expired. Kebetulan aku buat dengan base cake red velvetnya Joy of Baking. Akhirnya aku cari-cari resep yang tidak menggunakan baking powder ataupun baking soda. Sambil mikir-mikir iseng nyalain oven lagi. Ternyata oh ternyata ovennya tidak mau panas. Sementara itu sudah hampir jam 4 sore. Mulai putus asa dan berpikir mau beli aja cupcakesnya. Akhirnya salah satu teman berbaik hati menawarkan untuk buat cupcakesnya di rumahnya. Akhirnya buru-buru mandi dan menyiapkan dan menimbang bahan-bahan yang diperlukan dan langsung berangkat ke rumahnya. Alhamdulillah cupcakesnya cantik.



 



Keesokan harinya, kira-kira jam 9.00 aku sudah sampai di KBRI untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sementara salah satu staff Pensosbud menjemput handi ke hotel. Kira-kira jam 09.45 Handi sampai di KBRI dan aku langsung turun menyambut kedatangan Handi. Ternyata ramah dan enak diajak ngobrol dan ketawa ketiwi. Sambil menunggu jam 10.00 sampai para semua peserta hadir aku dan beberapa peserta lain memanfaatkan untuk berfoto bersama Handi.











 






Setelah semua peserta hadir, acara demo menghias cupcakes dimulai. Dibuka dengan perkenalan Handi dan langsung cara mentrim cupcakes yang terlalu ngedome puncaknya lalu mengoles cupcakes dengan white ganache sebelum ditutup dengan fondant. Dalam demo menghias cupcakes ini Handi sangat jelas dalam menjelaskan segala sesuatunya. Tampak pada gambar di atas para peserta antusias dalam mengikuti demo. Berikut urutan-urutan cupcakes yang dibuat oleh Handi.


























 
Demo berlangsung selama kurang lebih satu jam. Setelah demo selesai dilanjutkan dengan acara coffee morning. Sebenarnya Handi menawarkan setelah setengah jam demo berjalan untuk istirahat tapi para peserta sangat bersemangat sehingga demo terus dilanjutkan sampai selesai. Selesai coffee morning langsung diteruskan dengan sesi foto-foto bersama ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Madrid dan staff KBRI serta foto bersama seluruh peserta demo.










Acara selesai. Tetapi Handi harus ke IFEMA untuk melihat ruang kursus tempat Handi memberikan kursus dan kesiapan panitia dalam menyediakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kelas nanti. Akhirnya aku dan salah satu staff pensosbud mengantarkan Handi ke IFEMA yang berjarak kurang lebih 15 Menit dari KBRI. Sesampainya di sana kami langsung ke tempat registrasi. Baru saja menyampaikan salam, rupanya salah satu panitia mengenal wajah Handi. Akhirnya kami bertiga langsung diberikan pass untuk pers yang berlaku selama 3 hari. Setelah masuk ternyata ruang tempat Handi memberikan kursus nanti masih dipakai oleh kelas lain. Dan untuk segala sesuatu yang diperlukan oleh Handipun belum bisa kami lihat dan akhirnya Handi harus kembali sekitar jam 19.00. Sangat disayangkan persiapan panitianya serba mepet. Untung saja semua terkendali.



 



 


 






Selama di IFEMA kami manfaatkan untuk berkeliling melihat stand-stand yang menjual bahan maupun alat dalam membuat dan mendekorasi cake serta stand yang menerima kursus untuk cakes, cupcakes dan cookies decorating. Ada juga demo menghias cupcakes dengan butter cream serta beberapa cakes dan cookies hias peserta kontes.



















Berikut cake dan cookies hias para peserta kontes yang bukan main bagusnya.
















































Puas melihat-lihat kami langsung pergi ke salah satu daerah yang bernama  Puerta del Sol atau dalam bahasa Indonesia yaitu pintu matahari untuk sekalian makan siang. Silahkan klik untuk mengetahui bagaimana Puerta del Sol ini. Di sana kami juga bertemu teman Handi dari Portugal yang juga mempunyai usaha cake di Portugal yaitu Tiago dan Cicilia.

Hari ke dua Fashion Cake, rencananya aku mau ke sana tetapi karena banyak segala sesuatu keperluan anak-anak untuk sekolah akhirnya batal ke sana. Pada hari ke tiga aku datang bersama anak-anak dan beberapa teman untuk melihat-lihat pameran dan melihat kelas Handi pastinya. Setelah puas melihat-lihat dan belanja sedikit aku langsung mencari Handi di kelasnya.







































































 
 



Keesokan paginya Handi menghubungiku siapa tahu aku mau menemani Handi jalan-jalan. Dengan senang hati lalu aku mengajak suamiku untuk ikut jalan-jalan karena suamiku lebih tahu jalan-jalannya. Maklumlah baru saja 3 bulan tinggal di Madrid ini :) Lalu kami bertemu di salah satu restoran di daerah Salamanca Area. Selesai ngobrol-ngobrol lalu kami jalan kaki menuju Mercado de San Miguel atau pasar San Miguel. Walau namanya pasar tapi tempat ini jauh sekali dari artian pasar yang sebenarnya. Mercado San Miguel ini merupakan salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke Madrid. Di dalamnya banyak stand-stand seperti makanan khas Spanyol seperti Paella dan tapas, lalu buah zaitun dengan berbagai macam cara mengolahnya yang amat kami sukai kalau kami berkunjung ke Mercado San Miguel ini. Lalu berbagai macam seafood, yoghurt, wine, burger, cokelat, macarons pokoknya macam-macam.






Setelah puas mencicipi beberapa makanan di Mercado de San Miguel ini, lalu kami lanjut berjalan-jalan sebentar. Dikarenakan harus membantu anakku mengerjakan PR akhirnya sekitar jam 19.00 kami berpisah. Dan hari itu hari terakhir bertemu dengan Handi. Keesokan harinya Handi pulang dengan pesawat sore. It was fun having and meeting Handi. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi di lain kesempatan.

Thursday, October 17, 2013

Sushi






Beberapa hari yang lalu sepulang kantor, suamiku membawa satu kantong belanja yang berisi kecap asin untuk makan sushi, wasabi, tikar penggulung sushi (padahal di rumah sudah punya dua buah, repot deh kalau bapak-bapak belanja suka ga konsultasi dulu deh hehehe) dan beras sushi. Artinya dia nodong supaya dibuatin sushi. Baiklah kalau gitu segera beli ikannya untuk bisa eksekusi.


  



Sebenarnya maunya sih bikin yang salmon dan tuna. Tapi kebetulan di supermarket sedang kosong. Akhirnya beli salmon aja. Pengen coba ikan yang lain tapi takut salah mendingan cari yang pasti pasti aja.

Pada umumnya untuk membuat nasi sushi adalah dengan menggunakan mirin yang ternyata mengandung alkohol. Tetapi karena mau sushi yang halal akhirnya langsung gugel resep sushi shoyu (larutan cuka dan gula) halalnya mba Rina Rinso. Ternyata rasanya sama saja dengan sushi pada umumnya. Tetap enak banget yang penting komposisinya pas sehingga rasa asam dan manis pada nasi juga sesuai dengan layaknya sushi pada umumnya. Perbandingannya adalah 10ml cuka + 80ml air + 1sdt gula + air jeruk dari 1/3air lemon. Untuk beras sebanyak 1 liter biasanya dibutuhkan sekitar 100-150ml sushi shoyu ini. Tapi pada prakteknya kemarin untuk 750ml beras, aku sepertinya kemarin memerlukan sekitar 130ml atau 140ml sushi shoyu. Jadi pada saat pembuatannya nanti kita kira-kira saja apakah rasa sudah pas dan sudah cukup lengket untuk dibentuk. 






Fungsi sushi shoyu sendiri adalah agar nasi lengket, tidak mudah hancur dan tidak kering walaupun dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Kalau tidak ada beras Jepang, nasinya bisa dibuat dengan campuran 900gr beras biasa dan 100gr ketan putih. Beras dicuci berkali-kali agar bau khas nasinya hilang. Setelah dicuci masak dengan takaran seperti biasa memasak nasi pada umumnya. Dalam keadaan panas campurkan sushi shoyu dan aduk rata, lalu tunggu sampai nasi dingin. Untuk lengkapnya bisa dilihat langsung di blognya mba Rina Rinso. Di situ lengkap penjelasannya dari macam-macam sushi sampai cara menggulung sushi. 






Kalau untuk isinya sih aku ga pake pakem sushi. Pokoknya suka-suka aja. Berhubung anakku yang kecil Mikail ga mau makan ikan mentah jadi aku ganti sosis. Jadi yang aku siapin di sini hanya nori, ikan salmon, sosis, dadar telur, mayonaise sampe cabe rawit. Karena pernah makan di Takigawa enak banget yang pake rawit. Lalu pernah juga makan fushion sushi waktu masih tinggal di Lima, Peru favorit aku dan suami yaitu isi scallop lalu di atasnya ditaruh keju mozarella kemudian kejunya dibakar sesaat sebelum disajikan dengan menggunakan blow torch seperti yang tampak pada gambar di atas paling kiri. Tapi berhubung ga punya scallop jadi diisi seadanya sesuai bahan yang ada.





Dalam menggulung sushi,letakkan bagian yang kasar menghadap ke atas agar nori dapat menempel dengan baik dengan nasi. Untuk memotong sushi sebaiknya menggunakan pisau yang tajam (bukan bergerigi). Siapkan air matang untung mencelup pisau setiap sebelum memotong sushi. Agar sushi tidak rusak,jangan tekan pisau melainkan pelan-pelan digerakkan maju mundur. 

Ternyata setelah membaca tips dan trik yang dishare oleh mba Rina Rinso, Alhamdulillaah sushiku bisa jauh lebih cantik (walaupun masih jauh dari sempurna) dari yang sebelum-sebelumnya yang pernah aku buat. Terima kasih mba Rina Rinso yang sudah share semuanya mengenai sushi.


Wednesday, October 9, 2013

Chocolate Fingers With Banana & Cinnamon






Detik-detik menjelang penutupan event NCC Chocolate Weeks beberapa menit yang lalu langsung ngebut bikin laporan ke milis dan input di Dapur Masak. Tumben-tumbenan  juga anak-anak kok bentar-bentar teriak mama, padahal lagi dikejar waktu. Satu selesai, yang satu manggil lagi begitu terus huhuhu *tepokjidat. Untung masih sempat terposting sekitar 23.53 WIB dan kekirim ke milis tepat 23.59:)









Rasa Chocolate Fingers ini pada saat pertama kali mencicipi aduhai sangat membelai lidah. Seperti eskrim, lembuuuut dengan paduan rasa yang sangat nyokelat dengan rasa pisang ditambah aroma kayu manis yang eksotik. Hhhhmmm...yummy bangeeeet.

Resep lagi-lagi aku peroleh dari web Nestle yang mempunyai banyak sekali kumpulan resep dengan menggunakan cokelat dari yang sangat mudah sampai yang sulit. Bahkan banyak juga yang tidak perlu dimasak terlebih dahulu dan hanya memerlukan waktu sangat singkat dalam pembuatannya. Rasanya masih banyak sekali yang pengen dicoba dan bisa dilaporkan dalam NCC Chocolate Weeks ini tapi waktunya tidak memungkinkan.

 




Bahan:
100gr Biskuit seperti regal atau digestive biscuits, hancurkan
50gr Mentega
200gr Dark Cooking Chocolate
200ml Whipcream
Cokelat bubuk secukupnya
Kayu manis bubuk secukupnya

Cara membuat:
1. Campur biskuit yang sudah dihancurkan dengan mentega. Aduk rata.
2.Ratakan pada loyang bongkar pasang yang sudah dilapisi dengan aluminium foil lalu masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan dengan temperatur 180C selama 5 menit.
3. Campur cokelat leleh, whip cream, pisang dan kayu manis. Aduk rata hingga tekstur seperti krim.
4. Keluarkan loyang dari oven, lalu tuangkan larutan cokelat ke dalamnya.
5. Dinginkan dalam freezer selama 4-5 jam atau sampai bisa dipotong.
6. Keluarkan dari freezer lalu taburkan dengan kayu manis bubuk dan cokelat bubuk. Hias dengan irisan pisang. Sajikan.






Bagi pecinta cokelat ini bisa jadi cemilan alternatif bagi yang bosan dengan rasa cokelat yang itu-itu saja. Tentunya bisa juga menjadi alternatif makanan pencuci mulut yang enak tentunya. Enjoooy :)

Tuesday, October 8, 2013

Misro Isi Cokelat

 
 
 
 
 
 
Setoran lagi untuk memeriahkan even online NCC Chocolate Weeks yang diperpanjang dari yang seharusnya berakhir tanggal 2 Oktober 2013 menjadi tanggal 9 Oktober 2013 karena banyaknya peminat yang ikut event ini. Setoran kali ini yaitu misro yang isinya aku ganti dengan cokelat. Di sini aku pake dark cooking chocolate karena kebetulan yang stoknya ada di rumah hanya itu saja. Dan dark chocolate di sini pahit sekali jadi sepertinya perlu ditambahkan sedikit gulata atau diganti sekalian dengan milk cooking/couverture chocolate. Disesuaikan saja dengan selera masing-masing ya....
 
 
 
 
 
Untuk membuat misro ini juga amat mudah. Demikian resepnya...
 
Bahan:
700gr singkong kupas
150gr kelapa parut, kukus
50gr dark/milk cooking/couverture chocolate,potong kecil-kecil
1/2sdt garam
Minyak goreng secukupnya
 
Cara membuat:
1. Kukus singkong sampai matang, haluskan selagi panas.
2. Masukkan garam dan kelapa, aduk rata.
3. Ambil sedikit adonan, lalu isikan cokelat yang sudah dipotong kecil-kecil. Bulatkan.
5. Goreng sampai kuning keemasan.
6. Siap dihidangkan.
 
 



 
Selain cokelat, dan gula merah pada umumnya isi misro ini juga bisa divariasikan dengan keju yang tak kalah enaknya.

Monday, October 7, 2013

Misoshiru Soup

 
 
 
 
 
 
Misoshiru soup ini adalah sup kegemaran keluarga setiap makan di restoran Jepang. Satu mangkuk kadang rasanya tidak cukup karena nikmatnya. Kebetulan di sini cuaca mulai dingin, rasanya enak sekali kalau makan yang panas-panas. Intip lemari kulkas dan persediaan bahan makanan, semua bahan lengkap tinggal dieksekusi. Buat sup misoshiru ini gampang banget lho. Untuk yang ga punya waktu banyak tapi pengen tetap menikmati makanan yang enak, sup misoshiru ini patut dicoba.
 
 

 
 
 
 
Bahan:
350gr tauco Jepang/tofu paste (Banyak tersedia di toko bahan makanan Jepang atau supermarket tertentu).
2lt air
Garam bila perlu
2 genggam rumput laut kering
500gr Tahu sutera
Minyak goreng secukupnya
Irisan daun bawang untuk taburan
 
Cara membuat:
1. Didihkan air.
2. Sementara potong tahu kotak-kotak kecil.
3. Siram rumput laut kering dengan air panas, setelah mengembang buang airnya dan aduk dengan  minyak agar tidak mengering.
4.  Setelah air mendidih, kecilkan api lalu masukkan tauco sedikit demi sedikit sambil diaduk. Bila masih kurang asin, tambahkan garam. Diamkan sebentar. Angkat dari api.
5. Siapkan tahu dan rumput laut dalam mangkok. Tuangkan kuah sup, lalu taburkan daun bawang.
6. Sajikan panas-panas.
 
Mudah dan cepat kan? Resep ini bisa untuk 10-12 orang. Selamat mencoba...:)
 

 
 
 


Saturday, October 5, 2013

Getuk Lindri







Laporan ke empat di NCC Chocolate Weeks setelah Corn Flakes CrunchChocolate Biscuits dan Natillas de Chocolate yaitu getuk lindri dengan rasa cokelat. 

Jajan pasar yang terbuat dari singkong ini walaupun mempunyai rasa yang sederhana tapi tetap ngangeni. Oleh karena itu menu getuk lindri ini termasuk di dalam menu sewaktu KBRI Madrid mengadakan acara Desfile de Moda (Fashion Show) Batik bertepatan dengan hari Batik tanggal 2 Oktober 2013 lalu. Selain untuk promosi memperkenalkan Indonesia di dunia internasional, juga menjadi obat kangen bagi masyarakat Indonesia yang sudah lama menetap di sini.

Resep dimodifikasi dari resep mba Luluk Maunah di NCC Rainbow Weeks. Resep setelah aku modifikasi menjadi seberti di bawah ini:

Bahan:
1 kg singkong kupas
1/2 butir kelapa parut, kukus dengan garam secukupnya
100ml air matang
170gr Gula pasir 
1sdm Cokelat bubuk

Cara membuat:
1. Kukus singkong hingga matang. Haluskan selagi panas.
2. Campur air, gula dan cokelat bubuk. Aduk rata.
3. Masukan larutan cokelat ke dalam singkong yang sudah dihaluskan. Aduk rata.
4. Giling adonan.
5. Hidangkan dengan kelapa parut.