Tuesday, January 28, 2014

Soto Mie






Beberapa hari lalu seperti biasa diminta KBRI untuk menyediakan konsumsi. Kali ini untuk rapat Panitia Pemilu Luar Negeri. Dalam musim dingin seperti di Madrid sekarang ini, soto mie ini pas banget disantap panas-panas lengkap dengan risol kampungnya.

Bikin soto mie ini gak pake resep apa-apa sih. Kemaren ini untuk kuahnya hanya dibumbui bawang merah, bawang putih dan kemiri dengan merebus kaldu dari tulang sapi. Sedangkan untuk risol kampungnya hanya bawang putih, garam dan merica aja. Pokonya kalo untuk masakan seperti ini bener-bener feeling jumlahnya, pokoknya main plang plung aja. :D

Cuma ada satu nih yang bikin bingung. Pada saat mencicipi kuah kok seperti ada sedikit aroma kambing. Untuk aku yang suka kambing sih gak ada masalah. Takutnya ada yang gak suka akhirnya gak bisa menikmati soto mie ini. Mau bikin lagi waktunya dah gak sempet, dan gak ada persediaan bahan lagi juga. 







Nah, karena sekalian untuk makan di rumah, jadi bikin soto mie ini aku lebihin. Aku makanlah soto mie ini, setelah dicampur dengan sambal dan lemon (berhubung lemon di sini jauh lebih murah dibanding jeruk nipis jadi pake lemon aja) masih sedikit tercium aromanya. Duuuh bingung akhirnya berdoa aja mudah-mudahan gak ada masalah. Jadi penasaran sama tulang yang dibeli di tukang daging langganan. Jangan-jangan dia salah ngerti. Aku orang asing di sini diapun juga orang asing. Salah paham gara-gara bahasa hahaha kacau deh.

Bener aja ternyata salah satu peserta rapat adalah temen yang sama sekali gak suka dan gak bisa makan kambing. Denger dari suamiku dia langsung seperti mau muntah gitu. Duh aku jadi bener-bener gak enak. Kalau yang lain sih menurut suami sepertinya gak ada masalah, semua habis makannya. Dan yang mengorder ke akupun bilang kalo untuk dia sendiri juga gak ada masalah. Duh bener-bener harus diselidiki nih si abang tukang daging. Jangan-jangan yang dikasih tulang atau daging kambing *tepokjidat

Yah begitulah, sekian curhatan hari ini. Tinggal nyamperin si abang buat klarifikasi hihihi


Kue Lumpur Labu Kuning






Kue lumpur labu kuning ini sering banget aku bikin untuk beberapa event dari kursus singkat memasak masakan Indonesia sampai acara natal di KBRI Madrid. Saking seringnya sampai aku diledekin upik labu sama temen-temen hahaha Habis gimana yah...kue lumpur labu kuning ini memang enak baik tekstur maupun rasanya. Aromanya pun wangi menggoda iman. 

Kue lumpur labu kuning ini aku buat dengan resep Bu Fatmah yang cantik. Hanya saja kentang aku ganti menjadi labu kuning. Untuk yang mau coba-coba bikin silahkan diintip resepnya di bawah ini ya.






Kue Lumpur
By: Fatmah Bahalwan

Bahan:
500 gr gula pasir ( aku hanya 400gr)
500 gr tepung terigu
1 kg kentang, kukus dan haluskan (aku ganti dengan labu kuning)
200 gr margarine, lelehkan
5 btr kuning telur
4 btr putih telur
1 ltr santan
1 sdt vanilli
1 sdt garam
200 gr kismis, untuk taburan

Cara membuat:
  1. Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang (tidak perlu naik), masukkan garam dan vanilli sambil terus dikocok.
  2. Tuangi santan, aduk rata, masukkan kentang halus dan tepung terigu secara bertahap sambil tetap diaduk rata.
  3. Terakhir, taung mentega leleh, aduk rata.
  4. Panaskan cetakan kue lumpur, poles mentega, tuangi adonan hingga ¾ penuh, tutup, biarkan setengah matang taburi kismis, tutup lagi, biarkan sampai matang. Angkat. Variasi taburan lain bisa menggunakan parutan keju, irisan nangka, coklat mesis, dll.
Selamat mencoba :)

Thursday, January 23, 2014

LA Lakers Cake for Bayu






Baru beberapa hari berjalan di bulan Januari, mba Arsi salah satu temen di sini menghubungi aku dan minta aku buatkan kue ulang tahun untuk anaknya, Bayu yang berulang tahun ke 18 tanggal 12 Januari lalu. Tema yang diminta adalah tim basket Amerika LA Lakers. Untuk kuenya mba Arsi minta yang rasa cokelat. Mba Arsi juga memberikan contoh kue yang ingin dibuat, dengan memberitahukan beberapa modifikasi dan perubahan tulisan.

Awalnya sempet bingung karena di Madrid ini sama sekali gak tau di mana harus bikin edible image. Mau coba bikin dengan tehnik puzzle untuk tulisan Lakersnya, pisau yang aku punya kirang bagus dan di sini juga belum pernah lihat di beberapa toko bahan kue yang pernah aku datangi. Tiba-tiba aku teringat beberapa bulan yang lalu pernah nemuin 1 brosur promo bakul kue di toko buku deket sekolah anak-anak.  Dan langsung aku add facebooknya. Setelah beliau accept aku langsung minta no telpnya siapa tau aku perlu informasi mengenai bahan-bahan kue. Akhirnya aku coba whatssapp, setelah kira-kira 2 jam akhirnya dijawab dan dikasih tau kalo ada toko bahan kue kecil di pasar tradisional kurang lebih 15menit dari rumah. Langsung siang itu juga ke pasar tersebut walaupun kuenya masih untuk minggu depannya. Mumpung ada waktu :)






Sampai pasar tersebut sempet bingung juga cari tokonya walaupun sudah dikasih alamat lengkap. Coba telpon tokonya gak diangkat-angkat terus. Sampai pake GPS segala di dalem pasar hahaha Akhirnya nanya sama salah satu penjual di pasar tersebut dan ternyata tokonya hanya 'sejengkal' lagi dari situ. Dan ternyata istrinya juga suka terima pesenan kue dan pesen edible image di situ. Beliau anter aku sampai ke tokonya sekalian ambil edible image pesanan istrinya. Walaupun tempatnya di pasar, tapi barang-barang yang dijual lengkaaaaap banget. Etalasenya juga cantik bikin ngiler pengen beli macem-macem.

Langsung aku pesan edible image yang aku perlukan dan  dia cari gambar yang aku perlukan di laptopnya. Setelah edit sana sini sedikit langsung deh diprint. Kertas ediblenya lebih bagus di sini menurutku hanya saja agak susah buka lapisan plastiknya. Kira-kira 15-20 menit lah aku nunggu. Ga terasa bosen karena sambil ngeliatin tools fondant yang lucu-lucu.


 



Singkat cerita akhirnya pada hari H kue diambil sendiri oleh mba Arsi ke rumahku. Ga ngerti juga di sini ada jasa delivery cake atau ngga. Kalaupun ada pasti muahal deh....Alhamdulillah beliau bilang kereeeen...:D

Martabak Manis Mini







Beberapa waktu yang lalu seperti biasa untuk keperluan acara di KBRI, diminta membantu membuatkan martabak manis untuk salah satu snack sebagai konsumsi dalam acara Coffee Morning bersama Dr Nasir Tamara dengan tema "Indonesia Rising As a Major Power" yang dihadiri oleh masyarakat Spanyol dan Indonesia.

Sebelumnya pernah bikin martabak manis api lupa pake resep apa karena sudah terlalu lama. Akhirnya aku buat dengan resep Martabak Manis Mininya Bu Fatmah Bahalwan. Sempet deg-degan juga takut gak jadi karena kalo dibandingkan dengan resep-resep martabak  yang lain, resep bu Fatmah ini gak pake ragi. Ah tapi yakin aja, resep bu Fatmah pasti enak dan sukses seperti biasa. Ternyata bener alhamdulillah sukses. Walaupun bagian atasnya ga terlalu banyak berlubang, tapi kalo dibelah keliatan banyak sarangnya.






Yang penasaran pengen coba bikin martabak, silahkan dicoba lho. Gampang bikinnya, enak rasanya. Ini dia resepnya.

Martabak Manis Mini
Oleh: Fatmah Bahalwan

Bahan:
500gr tepung terigu protein sedang
15gr tepung sagu/tapioka
100gr gula pasir
25gr susu bubuk full cream
700ml air
10gr soda kue
1sdt vanili cair
3 butir telur
50gr santan kental

Bahan topping:
Gula pasir
Mentega
Susu kental manis
Cokelat meses, keju cheddar parut

Cara membuat:
1. Larutkan soda kue dengan 50ml air, aduk, sisihkan.
2. Campur tepung terigu, tepung tapioka, gula pasir, susu bubuk. Aduk rata.
3. Tuangi dengan telur, santan, campuran air dan soda. Aduk rata sambil dituangi air sedikit demi sedikit sampai habis hingga menjadi adonan yang cair. Saring.
4. Kopyok-kopyok selama 10 menit hingga terlihat banyak gelembung udara. Diamkan selama 30 menit.
5. Panaskan cetakan martabak manis mini (bisa menggunakan cetakan kue lumpur). Tuang 1 sendoksayur adonan, tekan sedikit agar terjadi bibir di sekeliling cetakan. Masak terus hingga terlihat bersarang hampir matang.
6. Taburi 1sdt gula pasir, lalu tutup cetakan. Masak hingga matang.
7. Angkat, segera poles dengan mentega. Taburi meses dan parutan keju. Kucuri susu kental manis. Sajikan.
    





Tips dari bu Fatmah, supaya berhasil gunakan cetakan martabak yang agak tebal bagian bawahnya. Lalu lapisi lagi dengan besi tebal di bagian bawahnya sehingga panas stabil dan pori-pori bisa terbentuk tanpa hangus. Selamat mencoba ;)



Thursday, January 2, 2014

Lapis Beras

 
 
 


 
Selamat tahun baru 2014. Mudah-mudahan di tahun 2014 ini kita semua dapat mencapai semua cita-cita dan mimpi kita yaaa....Aamiin YRA. Nah di awal tahun baru ini yang pertama aku tulis adalah lapis beras. Kebetulan tanggal 1 Januari ada acara makan siang dengan membawa potluck di Wisma Duta sebelum Duta Besar kembali ke Indonesia. Selain bawa soun goreng dengan isi ayam dan jamur hioko (yang ternyata adalah Capjae versi Korea, hanya saja versi Korea jenis sounnya lebih besar) aku kepengen bawa tambahan kue. Akhirnya pilihan jatuh ke kue lapis beras ini karena setelah dilihat resepnya ko ternyata gak susah bikinnya, hanya perlu ketelatenan aja nungguin masing-masing lapisannya matang. Kebetulan semua bahannya ada semua di dapur. Akhirnya jadilah bermalam tahun baru bikin kue lapis beras, karena memang kita hampir dibilang gak pernah ke luar rumah di malam tahun baru. Malah sering sebelum jam 12 malem malah sudah lelap tidur :)
 
 



  
Untuk lapis beras ini yang aku pakai adalah resep lapis berasnya bu Fatmah Bahalwan, hanya saja pemakaian gulanya aku kurangi dari 300gr menjadi 200gr.  Berikut resepnya:
 
Bahan:
100gr tepung sagu -> berhubung di sini gak ada sagu jadi aku pake tapioka
275gr tepung beras
300gr gula pasir-> aku pake 200gr
1sdt garam
1.5lt santan (kalau pakai santan instan, perbandingan santan dan air 1:1)
3lbr daun pandan
6lbr daun jeruk purut
pewarna hijau secukupnya
pewarna merah secukupnya
 
Cara membuat:
1. Masak santan, daun jeruk dan pandan sambil diaduk-aduk sampai mendidih, angkat, sisihkan.
2. Taruh di wadah, tepung beras, tepung sagu, garam dan gula pasir, aduk rata, tuangi santan sedikit demi sedikit sampai santan habis sambil diuleni hingga menjadi adonan yang encer.
3. Bagi menjadi 3. 1 bagian diberi warna merah, 1 bagian diberi warna hijau dan 1 bagian lagi dibiarkan warna putih,
4. Siapkan loyang 18x18x8cm, poles minyak sayur tipis, bagian bawah dialasi plastik.
5.Beri 100ml adonan putih, kukus 10menit, tuang 100ml adonan hijau, kukus 10 menit, tuang 100ml adonan merah, kukus 10 menit.
6. Ulangi terus sampai adonan habis, terakhir kukus selama 20 menit.
7. Dinginkan, keluarkan dari loyang danpotong-potong dengan menggunakan pisau yang sudah dilapisi dengan plastik.
 

 


 
Warna yang aku dapatkan di sini agak pucat, karena aku menggunakan pewarna yang dijual di supermarket lokal sudah cukup lumayan banyak tapi kok warnanya tetap pucat. Daripada kebanyakan pewarna malah jadi penyakit mendingan dibiarin seadanya aja.
 
Gimana? gampang kan bikinnya? Kue lapis beras ini juga sempet tertunda lama banget untuk dibikin. Ternyata ga seribet yang dibayangkan. Malah jauh lebih gampang dari yang aku bayangin selama ini. Sooo...tunggu apalagi? Langsung meluncur ke dapur yaaaa....:)
 

Monday, December 30, 2013

Peach Roses Cake






Cake ini dibuat dalam rangka merayakan hari ulang tahun Dharma Wanita Persatuan yang ke 14 pada tanggal 9 Desember 2013 lalu. Sebenarnya tanggal 7 Desember, tetapi karena tanggal 7 jatuh di hari Sabtu maka perayaannya diadakan pada hari Seninnya. Untuk desain cake sepenuhnya diserahkan kepadaku. Yang penting warnanya peach sesuai dengan warna seragam Dharma Wanita Persatuan. Begitu juga dengan cake-nya.





Awalnya aku pengen buat ombre cake dengan degradasi warna peach. Lalu aku coba buat dengan resep rainbow-nya mba Besta Arlita. Entah kenapa kok bantet, memang aku gak pake emuslifier karena di sini gak ada. Tapi begitu adonan selesai langsung masuk oven gak pake ngantri. Sebelumnya sponge cake lain walaupun tanpa emulsifier ga pernah ada masalah. Akhirnya coba resep ombre cake NCC. Huhuhu bantat lagiiiii...tenaga mulai berkurang, waktu makin menipis dan nyaris putus asa. Akhirnya aku bikin lagi dengan resep NCC tapi tanpa aku warnai. Alhamdulillaah akhirnya berhasil. Sepertinya masalahnya karena adanya pewarnaan maka harus ada emulsifier agar adonan lebih stabil. Untuk filling dan mengcover cake sebelum ditutup dengan fondant, aku menggunakan white chocolate ganache dengan perbandingan whip cream dan white chocolate 1:3.



 



Untung aja mawar-mawar fondant sudah aku siapkan dari beberapa hari sebelumnya. Jadi selesai menutup cake dengan fondant tinggal tempel-tempel aja. Lalu membuat border dan kelopak-kelopak mawar untuk disebar pada cakenya. Sedang untuk tulisan aku buat dengan royal icing. Alhamdulillah walaupun penuh perjuangan, akhirnya cake ini bisa selesai pada waktunya :)

Triple Chocolate Mousse Cake











Waaaah ternyata sudah sebulan ga pernah ngeblog lagi. Lama yaaa....Sebenernya seminggu kemarin kebetulan kegiatan KBRI agak longgar pengen dimanfaatin untuk blogging, karena masih ada beberapa yang belum sempet ditulis, takut keburu basi. Tapi berhubung badan masih kurang sehat sejak dua minggu yang lalu akhirnya batal nulis lagi deh. Mumpung mood lagi nongol di sela-sela waktu sempetin nulis ah.





Cake ini pesanannya mba Nany, sekretaris Duta Besar di KBRI yang dah ngebook entah dari kapan karena takut aku ga ada waktu untuk bikinin. Pengennya cake cokelat. Kali ini aku buat triple chocolate mousse cake dengan resep teh Ricke Ordinary Kitchen. Walaupun belum pernah bikin, tapi kalo dari teh Ricke insyaallah yakiiiin seyakin-yakinnya pasti cakenya enak. Alhamdulillah setelah nyicipin memang bener yummyyyyy...Persis kaya komen-komen di blog beliau, rasanya kaya es krim. Anak-anak yang tadinya gak mau nyobain setelah aku paksa-paksa untuk nyipin akhirnyamalah teriak minta diambilin sendiri ga mau makan bareng mamanya. Memang sengaja aku bikin lebih supaya bisa untuk di rumah.






Naaah ini yang untuk di rumah. Kelebihannya cuma dapet 1 layer cake untuk bagian bawah. Aslinya di atas lapisan white chocolate mousse ada 1 layer cake lagi baru dilapis dengan ganache. Ini resepnya ya....
Dark Chocolate Cake
Bahan:
5 butir telur
75gr gula pasir
1sdt emulsifier -> aku gak pake karena di sini gak ada yang jual
1/2sdt vanila -> gak pake juga

70gr tepung protein sedang
 30gr cokelat bubuk
10gr maizena
1sdm susu bubuk
Campur dan ayak

50gr butter/margarin
40gr dark cooking chocolate
Lelehkan dan aduk rata

1sdt pasta cokelat (optional)

Cara membuat:
Siapkan loyang bulat 22cm, alasi bagian bawahnya dengan kertas roti/baking paper. Oles dengan mentega, sisihkan. Panaskan oven 180C.

Cara 1: Metode all in one. Masukkan semua bahan jadi satu kecuali campuran butter, dark cooking chocolate dan pasta cokelat. Kocok menggunakan mixer dengankecepatan tinggi sampai mengembang, kental dan berjejak. Masukkan campuran butter dan dark cooking chocolate serta pasta cokelat, aduk balik sampai rata. Tuangkan ke loyang, panggang sampai matang sekitar 30-35 menit. (Aku langsung dibagi menjadi 2loyang jadi sekitar 15menit sudah matang).

Cara 2: Pengocokan sponge cake seperti biasa. Telur,gula dan emulsifier dikocok terlebih dulu sampai mengembang dan jambul petruk. Lalu masukkan bahan kering, aduk rata. Masukkan campuran butter, dark cooking chocolate dan pasta cokelat, aduk balik sampai rata. Tuang ke dalam loyang,panggang sekitar 30-35 menit.






Dark Chocolate Mousse
Bahan:
110gr susu cair
5gr gelatin bubuk
2sdm air
175gr dark cooking chocolate, cincang
300gr non dairy whipcream (jika dari whip cream bubuk bisa dibuat dari 100gr whip cream bubuk  200ml air es) -> aku pakai dairy whip cream

Cara Membuat:
1. Larutkan gelatin dengan 2sdm air, aduk rata. Diamkan. Gelatin akan menyerap air dan membentuk gel, sisihkan.
2. Panaskan susu cair dengan api kecil, cukup sampai terlihat bagian pinggirnya mendidih. Matikan api.
3. Masukkan gelatin, aduk rata dengan hand whisk sampai gelatin benar-benar larut. 
4. Taruh dark chocolate cincang dalam wadah agak besar, tuangi susu panas. Diamkan hingga cokelat terlihat meleleh. Aduk rata dan jaga  agar tetaphangat kuku.
5. Kocok whip cream hingga setengah kaku (sofpeak), campurkan bertahap ke dalam campuran cokelat. Aduk rata.

Siapkan loyang ring bulat diameter 22cm, atau oyang bongkar pasang (springform) diameter 22cm. Trim bagian atas cake yang berkulit supaya rata. Belah cake menjadi 2 bagian. Letakkan selembar cake pada dasar ring/loyang. Basahi dengan simple syrup agar lembab. Tuangi dark chocolate mousse, ratakan. Simpan di freezer. Buat white chocolate mousse.






White Chocolate Mousse
Bahan:
110gr susu cair
5gr gelatin bubuk
2sdm air
175gr white cooking chocolate, cincang
300gr non dairy whipcream (jika dari whip cream bubuk bisa dibuat dari 100gr whip cream bubuk  200ml air es) -> aku pakai dairy whip cream

Cara membuat: (sama dengan dark chocolate mousse)
1. Larutkan gelatin dengan 2sdm air, aduk rata. Diamkan. Gelatin akan menyerap air dan membentuk gel, sisihkan.
2. Panaskan susu cair dengan api kecil, cukup sampai terlihat bagian pinggirnya mendidih. Matikan api.
3. Masukkan gelatin, aduk rata dengan hand whisk sampai gelatin benar-benar larut. 
4. Taruh dark chocolate cincang dalam wadah agak besar, tuangi susu panas. Diamkan hingga cokelat terlihat meleleh. Aduk rata dan jaga  agar tetaphangat kuku.
5. Kocok whip cream hingga setengah kaku (sofpeak), campurkan bertahap ke dalam campuran cokelat. Aduk rata.

Setelah white chocolate mousse jadi, tuangkan di atas lapisan dark chocolate mousse. Ratakan. Simpan di dalam freezer.






Chocolate Glaze
Bahan:
115gr dark cooking chocolate, cincang
80gr whip cream cair
3sdm madu, light corn oil
1 sdm vegetable oil/minyak goreng

Cara membuat:
1. Panaskan whip cream. Matikan api.
2. Masukkan dark cooking chocolate cincang, aduk hingga cokelat meleleh semua dan tercampur rata.
3. Masukkan madu dan vegetable oil. Aduk rata. 
4. Tuang di atas cake, ratakan. Simpan kembali dalam freezer.
5. Bekukan minimal 2,5sampai 4 jam baru dikeluarkan dari ring/loyang.
6. Sajikan dingin.